Kehilangan pasangan bukanlah hal yang mudah. Rasa sakit di hati bisa muncul
kapan saja. Serpihan-serpihan masa lalu datang menghantui tanpa diminta dan
meruak masuk ke relung hati. Entah melampiaskan kekesalan atau menangis
sepanjang malam, sudah jadi pengganti nasi bagimu. Tapi sampai kapan kamu mau
terus begini? Dunia terus berputar saat kamu menangisi sesuatu yang sudah pergi.
Sudah saatnya kamu melangkah tegap berdiri, menatap cerahnya bumi ini! Yuk,
renungkan ini untuk meyakinkan kamu supaya benar-benar bangkit dan tersenyum
lagi!
1. Untuk menyelamatkanmu dari orang yang salah, Tuhan mematahkan hatimu.
Kamu harus ingat kalau Tuhan itu baik. Dan Tuhan selalu
tahu kapan yang terbaik datang di saat yang paling baik. Kamu mungkin merasa
kalau dia adalah orang yang tepat karena dia yang paling bisa mendapatkan
hatimu, dan merasa sangat sedih saat dia meninggalkanmu. Namun percayalah, cuma
masalah waktu sampai tunas yang baru tumbuh. Jika takdir mengatakan kalian
berpisah, maka suatu hari nanti akan ada orang baru yang "benar" untuk berada
disampingmu.
2. Jika tidak semuanya baik, maka itu bukan akhir dari segalanya.
Kamu sekarang mungkin menangis. Kamu sekarang pasti sedang
bersedih. Tapi coba ingat, berapa kali kamu menangis lalu kembali tersenyum
lagi? Semua akan kembali jadi baik-baik saja karena setiap badai pasti berlalu.
Hari ini mungkin buruk, tapi kamu bisa memutuskan kapan harimu akan kembali
baik. Kamu cuma cukup percaya kalau dirimu lah obat dari segala rasa sakit
hatimu.
3. Sedih itu selalu datang, namun ingatlah kamu harus terus bertahan.
Jika semua masa lalumu benar-benar menghantui setiap
saat, tengok dirimu. Pejamkan matamu dan tarik nafas dalam-dalam. Anggap saja
kalau kamu sedang lahir jadi dirimu yang baru. Hiduplah berkali-kali. Kamu masih
hidup, bernafas, dan punya kesempatan melanjutkan hidup.
4. Terkadang memang kamu diajarkan bagaimana caranya menerima kegagalan.
Tanpa disadari, keinginan terus menumpuk tiada batas.
Ketika ada yang tidak bisa dicapai, kamu mengeluh. Kehilangan pasanganmu adalah
cara agar kamu belajar tentang apa yang tidak bisa kamu paksakan.
5. Tidak selamanya yang kamu cari itu soal perjuangan, tapi juga
kebahagiaan.
Perjuangan memang selalu jadi alasan pembenaranmu untuk
memaksakan kehendak tanpa berpikir ulang: Apakah kamu benar-benar bahagia?
Perjuangan itu dibutuhkan, ketika kedua pihak mau berjuang. Tapi untuk apa kamu
berharap semuanya kembali saat bertepuk sebelah tangan? Jangan lupa, kamu harus
berjuang untuk kebahagiaanmu juga!
6. Hilang satu tumbuh seribu.
Pepatah ini tidak pernah layu, betul loh! Ketika
kamu terfokus pada satu varibel tertentu, kamu sering mengacuhkan variabel lain.
Ini bukan cuma tentang langsung cari pasangan baru, tapi membuka mata kalau ada
banyak hal yang kamu lupakan, misalnya keluarga atau teman. Kamu bisa meluangkan
waktumu untuk bermain bersama mereka, bercanda ria, atau ikut acara-acara
sosial. Kehilangan pasangan? Tumbuh banyak kegiatan positif, tuh!
7. Coba lihat, masih banyak yang ada di bawahmu.
Nah, melihat ke bawah yang dimaksud di sini adalah
menyadari bahwa masih ada masalah yang jauh lebih rumit daripada kamu. Coba deh
kamu datang ke rumah sakit atau negara yang sedang perang. Dijamin langsung
bersyukur deh karena masalahmu lantaran putus cinta!
8. Coba juga lihat yang di atas.
Hayooo, lihat ke bawah belum membuat hatimu
tergerak? Kalau gitu coba lihat ke atas! Maksudnya kamu harus lihat sudah berapa
banyak orang-orang sukses yang bisa berguna bagi orang lain? Sebaik-baiknya
manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Kamu harus sadar kalau dunia
terus bergerak meski kamu nangis bombay di dalam kosan. Mau cuma jadi manusia
yang numpang lahir aja di bumi?
9. Ingat, masa lalu itu cuma ada di ingatanmu.
Pikir deh, kamu tiba-tiba sakit hati,
tiba-tiba nyesek, tiba-tiba marah, atau tiba-tiba nostalgia sama mantan. Aduh,
untuk apa bersikeras meminta agar hidup ini ada tombol rewind nya? Tidakkah lucu
karena sebenarnya kesedihan itu hanya ciptaanmu semata. Kalau kamu putus, jangan
cuma ingat kenangan yang bahagia saja. Coba ingat yang menyedihkan! Dijamin kamu
bakal bersyukur karena waktu tidak bisa diulang.
10. Pikirkan hal-hal yang mainstream.
Terakhir, renungkan hal-hal mainstream tentang apa yang
harus kamu lakukan. Jika kamu frustasi apalagi sampai bunuh diri, apa kata-kata
mainstream yang akan dikatakan orang lain? "Padahal ada banyak ikan di luar
sana," "Menyerah karena patah hati? Cemen ah!" "Kok bisa sih bertindak bodoh
cuma karena putus?" "Dibesarkan orang tua susah payah, kerjanya malah galau
terus!"
Jadi, udah siap kan untuk bangkit dari patah hati?
0 komentar:
Posting Komentar